Tampilkan postingan dengan label Etnik PALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etnik PALI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 April 2016

,

Puisi kiriman Ilham "muach" Ilyas



PUISI GUSMUS....


Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau diadzankan di telingamu tanpa sholat.
Dan saat mati, kau disholatkan tanpa Diawali adzan.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang mengeluarkanmu dari perut ibumu.
Dan saat mati, kau tidak tahu siapa yang memasukkanmu ke dalam kubur.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau dimandikan dan dibersihkan.
Dan begitu pula saat mati, kau dimandikan dan dibersihkan.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau tidak tahu siapa yang riang gembira atas kelahiranmu.
Dan saat mati, kau pun tidak tahu siapa yang menangis sedih atas kematianmu.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat di perut ibu, kau berada di ruang yang sempit lagi gelap.
Dan saat mati, kau pun berada di ruang yang sempit lagi gelap.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau dibungkus dengan kain untuk menutupimu.
Dan saat mati, kau pun dibungkus dengan kain untuk menutupimu.

Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir dan tumbuh besar, orang-orang bertanya tentang prestasi dan kebaikan-kebaikanmu.
Dan saat mati, malaikat akan bertanya tentang amal-amal yang pernah kau perbuat.

Lalu . .
Apa yang telah kau siapkan untuk akhiratmu?

SUBHANALLAH ..

*****************************

"1 JAM UNTUK 1 KEHIDUPAN"


Suatu hari Seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya: "Apakah kita bisa HIDUP tidak berdosa selama hidup kita?"

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata :
" Tidak, nak… ".

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi… " Apakah kita bisa HIDUP tanpa berdosa dalam setahun…?"

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
." Oh ayah, bagaimna kalau 1 bulan, Apakah kita bisa HIDUP tanpa melakukan kesalahan…?"

Ayahnya tertawa…
"Mungkin tidak bisa juga,nak".
.
."Oke ayah, ini yang terakhir kali. Apakah kita Bisa HIDUP tidak berdosa dalam 1 Jam saja…?"

Akhirnya ayahnya mengangguk.
"Kemungkinan besar,bisa nak"

Anak ini tersenyum lega…. " Jika demikian, aku akan HIDUP BENAR dari jam ke jam, ayah…
Lebih mudah menjalaninya dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat HIDUP dengan BENAR…

HIDUPLAH 1 JAM TANPA :
➡TANPA kemarahan
➡TANPA Hati yang Jahat
➡TANPA Pikiran Negatif
➡TANPA Menjelekkan Orang
➡TANPA Keserakahan
➡TANPA Pemborosan
➡TANPA Kesombongan
➡TANPA Kebohongan
➡TANPA Kepalsun.
➡TANPA Kedzoliman

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya
HIDUPLAH 1 JAM DENGAN HATI penuh . . . . . . . .
Dengan KASIH kepada Sesama
Dengan DAMAI dan KESABARAN
Dengan KELEMAH LEMBUTAN dan KEMURAHAN HATI
Dengan KERENDAHAN HATI dan KETULUSAN
Dengan BAIK SANGKA dan jiwa LAPANG DADA terhadap sesama kita
Mulailah dari Jam ini1 JAM yang SEDERHANA, tapi Akan BERARTI bagi PERJALANAN 10tahun KEDEPAN, Bahkan Mungkin Sampai AKHIR HAYAT...

Pendopo PALI, 21 April 2016


















Sabtu, 19 Maret 2016

,

DPRD Apresiasi Pembuatan Lagu Daerah PALI


Pendopo, BeritaPALI -- Lagu khas daerah PALI seperti lagu Tembang 3 Serangkai saat ini hampir punah karena ditelan zaman. Untuk itu, Ketua Komisi III Bidang Seni dan Budaya DPRD PALI, H Ubaidilah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata PALI berharap agar lagu tersebut dapat dihidupkan dan dilestarikan kembali.

“Ini akan dijadikan album lagu daerah Kabupaten PALI, apalagi Dewan Kesenian PALI (DKP) telah terbentuk, jadi saya harap lagu Tembang 3 Serangkai ini dapat dilestarikan keberadaannya,” ungkap Ubaidilah saat disambangi wartawan beberapa waktu lalu.

Ubadilah mengungkapkan jika Komisi III DPRD PALI mendukung dan mensupport upaya pelestarian budaya tersebut.

“Nanti kami akan pangil Disdikbud dan Disporapar PALI agar menganggarkan di APBD-P untuk pembuatan video klip lagu daerah PALI,” lanjut Ubai.

Lebiih jauh Ubai mengatakan, selain lagu Tembang 3 Serangkai ada juga lagu baru yang akan dirilis oleh Seniman Sumsel Fendy Kaboky, yaitu lagu daerah Candi Bumi Ayu.

“Lagu tersebut akan kita anggarkan bersama lagu Sayang-Selayang dan Burung Putih untuk masuk ke studio rekaman dan mengunakan instumen biola. Hal itu akan kita kordinasikan dengan Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM,” tandas Ubai.

Ketua DPRD PALI, Marta Dinata MS didampingi Ketua Umum DKP; Aka Cholik SPdI dan Ketua III DKP Dharmawan SE serta musisi Sumsel Fendy Kaboky mengatakan pembuatan album lagu daerah PALI ini sangat penting karena dapat mengangkat keaslian budaya agar tidak hilang di tengah masyarakat.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD PALI, H Asri Ag SH MH, dirinya berharap lagu daerah PALI ini  nantinya dapat di survey dan dicocokan dulu dengan keadaan dan sejarah masyarakat Kabupaten PALI.

“Seperti lagu Candi Bumi Ayu di kecamatan Tanah Abang baru dijadikan lagu seperti lagu daerah dipuji dari daerahnya bukan berarti banyak lagunya namun harus menyentuh keasliannya dengan 2 bahasa daratan dan bahasa lematang di kabupaten PALI,” kata Ketua Komisi I DPRD PALI ini.(DRM)

Kamis, 17 Maret 2016

,

Kuda Lumping "Fhasyach", Perpaduan Kesenian Jawa dan Tionghoa


Kesenian Kuda Lumping Karya Makmur Fasyach Talang Cepit


Pendopo, BeritaPALI -- Kuda Lumping adalah salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggambarkan sekelompok prajurit penunggang kuda. Kuda yang di gunakan dalam tarian ini bukanlah kuda sungguhan, namun kuda yang terbuat dari bambu yang di anyam dan dibentuk dan dihias menyerupai kuda. Kesenian Kuda Lumping biasanya dikaitkan dengan hal-hal mistik, karena pada saat melakukan pertunjukan para pemain mengalami kesurupan dan dicambuk.

Di Kabupaten PALI sendiri, ada salah satu kelompok seni Kuda Lumping yang diberi nama “Kesenian Kuda Lumping Karya Makmur Fhasyach”.

Deni, pemimpin kelompok kesenian ini mengatakan, kelompoknya berdiri pada tahun 2012 dengan jumlah pemain lebih dari 40 dan dua orang pawang. Dikatakan Deni, kelompok kuda lumpingnya berbeda dengan kuda lumping biasanya, karena tidak hanya menampilkan kesenian Daerah Jawa saja.

“Kuda lumping pada umumnya hanya menampilkan kesenian Kuda Lumping dan Barong, namun pada kelompok kita, selain ada kesenian tersebut, kita juga menampilkan pocong, kuntilanak dan manusia pedang selain itu kita juga ada vampir yaitu hantu khas negara China,” papar Apek, sapaan akrab Deni.

Lebih jauh Apek mengatakan, untuk dapat ikut tampil para pemain harus berlatih. “Setelah berlatih satu bulan, nanti akan diberi pegangan untuk mereka (pemain Kuda Lumping, red),” kata Apek.



Pocong, salah satu kreasiKuda Lumping ala Apek

“Semua pertunjukan yang kita tampilkan tidak ada maksud lain selain untuk hiburan,” lanjutnya.

Diungkapkan Apek, kelompok kuda lumping miliknya sudah sering tampil di beberapa event, baik itu acara khitanan, pernikahan sampai acara seremonial yang diselenggarakan oleh Pemkab PALI. “Saat tampil di Gelora November, pak Heri (Bupati PALI, red) pernah mencoba manusia pedang,” tukas Apek.

Pria keturunan Tionghoa ini berharap agar pemerintah dapat membantu mempertahankan salah satu kesenian khas Indonesia ini. “Kita saat ini kekurangan alat musik berupa gamelan, gong dan sound systemnya serta pakaian untuk pemain,” ungkapnya.

Lebih jauh Apek mengatakan, jika masyarakat ingin ikut bergabung dengan kelompoknya bisa datang langsung ke kediamannya di Jl Kresnan Talang Cepit Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi - PALI setiap sore.

Untuk pemain wanita jelas Apek, kelompok Kuda Lumpingnya memiliki 12 pemain yang dilatih oleh anaknya, Nia Yulianti SE.(az/pl)

Senin, 07 Maret 2016

,

"GETOK BAWAH BALAI" BENDA KERAMAT WARGA DANGKU



Kades Dangku Khoiri Jeferson, bersama 'Kentongan' Keramat di Kantor Kepala Desa Dangku


Tanah Abang, BeritaPALI -- Konon ada sebuah benda keramat yang terletak di balai desa Dangku Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim tidak jauh dari Tanah Abang, PALI. Benda itu biasa disebut "getok bawah balai" oleh masyarakat marga Empat Petulai Dangku.

Konon Kentongan kayu ini sudah ada sejak sebelum Puyang Maraje Besi, dulu menjadi sarana untuk memberi panggilan atau pemberitahuan kepada warga.

" bile ditutus itu pertande ade marabahaye; misal nye urang titek kayek, kebakaran, atau musibah pertumpahan darah "  ujar salah seorang tetua Adat Dangku Abu Hasyim.

Lebih rinci dijelaskan oleh Kepala Desa Dangku Khoiri Jeferson.M bahwa selama ini benda berukuran 2 meter dengan diameter 35 cm ini diletakkan begitu saja di Balai Desa.

" Sekarang Getok (kentongan, red.) ini kita pelihara dan kita tempatkan di Kantor Kepala Desa, dan difungsikan kembali sebagai pemberi peringatan akan adanya kejadian penting dan luar biasa didalam desa Dangku " Ujar Kades 2 periode ini.

" Walaupun di era modern ini sudah ada pengeras suara dan HP  akan tetap akan dipukul dan tentu saja tidak boleh sembarang dipukul " tegas Khoiri.

" boleh ditutos, kalu tige hal itu tapi kalau bukan tige hal itu dek boleh ditutos" katanya dengan dialek khas Lematang
 Lebih jauh dituturkan oleh Khoiri  " dulu kalu ade masalah 3 itu sepenting gawean urang pasti di tinggalke, untuk memenuhi panggilan getok itu baik lagi mantang, merumput atau kerje ape bae, dan kalu urang idak mengiundahke panggilan itu die bakal dapat balak " ujarnya.

Bahkan ada mitos yang berkembang ditengah masyarakat, jika akan ada terjadi sesuatu bala bencana kadang 'Getok" ini akan berbunyi sendiri.

Terahir, Kades Khoiri berharap walaupun sudah zaman modern, ia minta agar aset budaya dan adat istiadat lama seperti membunytikan kentongan  ini  tetap di jaga, dipelihara dan lestarikan ***** (ard)


Selasa, 21 April 2015

, , , ,

HERI AMALINDO, KERJA MARATHON MENJELANG AHIR JABATAN

Bersama tetua adat marga 4 Petulai Lematang dan majelis taklim se-kecamatan Tanah Abang
Pengurus Dewan Kesenian PALI yang baru dilantik
Anggota DPRD PALI ki-ka : Aka Cholik Darlin SPd.I,MM (ketua DKP), H.Martadinata (Ketua DPRD PALI),Irwan ST, dan Hairul Mursalin,SE
Tari "Burung Putih" dari Curup Lematang.
Bupati potong tumpeng saat sedekah adat 17 desa Marga 4 petulai lematang
Peletakan Batu Pertama Masjid Baitul Mukminin Masjid tertua di Tanah Abang.
Pembukaan Turnamen Bola Voli Heri Amalindo Cup 2015 se-Kecamatan Tanah Abang

TANAH ABANG - Walau Ir. H. Heri Amalindo, MM hanya tinggal hitungan hari  menjabat sebagai Bupati PALI, namun beliau terus adakan kegiatan kegiatan positif serta berbaur bersama masyarakat, dan selalu terjun langsung kelapangan seperti pada Senin (20/4) Heri Amalindo kukuhkan ketua Dewan Kesenian PALI (DKP) dan Ketua Majelis Ta'lim se-Kecamatan Tanah Abang sebagai Ketua Dewan Kesenian PALI, didesa bumi ayu kecamatan tanah abang kabupaten penukal abab lematang ilir.PALI untuk mempromosikan Budaya dan Kesenian bumi serepat serasan resmi dikukuhkan oleh Penjabat Bupati Pali Ir H Heri Amalindo MM. di situs candi Bumi Ayu.

Selain mengukuhkan Dewan Kesenian juga Heri Amalindo, mengikuti sedekah Adat atau dulu disebut sedekah Dusun.
Adapun nama-nama dewan kesenian PALI: Pelindung
Ir H Heri Amalido MM, Penasehat Marta Dinata ketua DPRD pali,pengarah Amirudin Tdjmat Setda pali,Ketua umum Aka Cholik Darlis Spdi,Ketua I Dr Hj Eni Zatilla,Ketua II Habibi BKD,ketua III Dharmawan SE,sekretaris umum Drs Yulnadi, sekretaris I, Ari Yulita Wulandari,sekretaris II Marwito,sekretaris III Desi Leni,Bendahara Ratna SE,komite tari ketua Arief Firdaus,komite musik Fendy Kaboky,komite sastra Nofianti,komite seni rupa Erik Sadewo, Haironi,komite Teater dan film Untung Rahdhani, komite fotografi dan Multi Media M Taufik.
Setelah dikukuhkan,
A.K Kholik Darlin Spdi menyampaikan terimakasih kepada Bupati Pali bahwa pada hari ini telah mengukuhkan Kepengurusan Dewan Kesenian Pali."Kita mengemban Tiga Unsur Konteks,yaitu dengan Beragama hidup kita terarah,dengan ilmu hidup lebih mudah dan dengan seni hidup ini lebih indah,Dewan Kesenian Pali mengemban amanah tidaklah ringan,selain mengenalkan Kesenian dan Budaya Pali di tingkat nasional juga mengenalkan ke tingkat internasional.lanjutnya
"kita perlu berbangga diri karena Pali khususnya Kecamatan Tanah Abang mempunyai Ikon yang tidak dimiliki daerah lain,karena kita mempunyai Candi Bumi Ayu,karena ini merupakan aset kita,aset nasional bahkan Internasional. rencananya  dalam waktu dekat ini kita daftarkan ke Unesco dan rencananya juga teman-teman dari Unesco akan berkunjung kesini"paparnya
"Ir H Heri Amalindo MM dalam sambutannya mengatakan" bahwa Dengan terbentuknya Dewan Kesenian Pali ini mudah-mudahan menjadi wadah untuk mengangkat kembali budaya dan Kesenian Kabupaten Pali yang sekarang sudah jarang didengar,"dengan bukti ditemukan candi bumi Ayu dan temuan-temuan disekitar candi bahwa dahulu di daerah kita ini sudah menjadi tempat interaksi dari berbagai negara.dan dengan dibentuknya dewan Kesenian ini kita harapkan kejayaan yang pernah ada di Pali bisa terangkat kembali.dan untuk mencapai itu perlu Kebersamaan ,perlu bersatu agar kita bisa mencapai kejayaan itu.dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situs ini,kalau banyak yang datang niscaya masyarakat kita lebih makmur karena mereka yang datang kesini bawa uang,jadi kita harus ramah,jaga lingkungan dan kebersihan karena itu kunci daerah kita mau terkenal.selain acara pengukuhan Dewan Kesenian,juga ada sedekah Dusun atau sedekah Adat ,ini harus kita lestarikan,jangan hanya pas menyongsong pilkada saja tapi diharapkan setiap tahun kita laksanakan,karena banyak sedekah niscaya Tuhan akan balas dengan berlipat".himbaunya(Team/ADV)
Peringatan :
Ahir ahir ini banyak media dan wartawan yang copy paste berita dan foto Berita PALI Online apabila ada yang melakukan tanpa konfirmasi akan kami somasi sesuai aturan yg berlaku. 




Senin, 20 April 2015

, ,

CANDI BUMI AYU HARUS SEJAJAR BOROBUDUR


BUMI AYU - Candi Bumi Ayu luasnya 75 Ha, masyarakat berharap candi ini bisa disejajarkan dengan Borobudur, demikian disampaikan oleh Sofli Abu Hasim, tokoh masyarakat kecamatan Tanah abang pada Berita PALI saat kunjungan Bupati pada Senin (20/4)

Alasan nya Candi Bumi Ayu dibangun tahun 758 M, sedangkan Candi Borobudur abad ke 14. Kalau Candi Bumi Ayu dibangun menjadi income PAD PALI.

Perlu diketahui bahwa dianjungan Sumsel TMII Candi Bumi Ayu ini berada di Rangking Pertama, dan selama ini dana dibantu oleh Pemerintah belum menyentuh Situs Bumi Ayu.

Harapan ke depan dibawah Kepemimpinan Ir.H.Heri Amalindo bisa dibangun sesuai harapan masyarakat (PL/HR)

Senin, 13 April 2015

, ,

Berita PALI menerima "kereto jengki" dari Depati Meragon

"Kereto Jengki"
RUKAM CONDONG - Media cetak & online Berita PALI bersama LSM TEGAR dan ORMAS GAIB menerima bantuan kendaraan operasional dari Depati Meragon di Pendopo Kadipaten negeri Rukam Condong pada Senin (13/4)

Dalam arahannya Meragon menyampaikan bahwa bantuan ini hanyalah sekedar membantu kelancaran kegiatan para jurnalis dan penggiat sosial kemasyarakatan semata, tanpa ada hubungan dengan rencana pemilihan Depati yang akan digelar beberapa waktu lagi.

" Aku ngelek cak nye menga penggiat media, lsm dan ormas kak kesulitan kene ndak ngayau negeri rukam condong kak libok, jalan masih banyak nyang jat. Mudah-mudahan dengan adenye kereto jengki itu menga pacak lebih pro aktif mempublikasi prestasi kadipaten lawan nunjuk ke di aku dimene jalan jat, bangunan rusak, bawahanku nyang idak senonoh. Tapi jangan dihubung-hubungke ngan rencanaku ndak nyalon jadi adipati yek, aku ihlas, untuk kemajuan negeri rukam condong semate" demikian papar Depati Meragon dengan bahasa kerajaannya yang khas.

Sementara itu Bahtera Jagad Sandayakala selaku pimpinan media Berita PALI dan Ormas GAIB menyampaikan terima kasih yang sedalam dalamnya karena Adipati Meragon telah memberikan bantuan tersebut.

" Terus terang bae, lah puluhan taun malang melintang sebagai aktifis sosial kemasyarakatan dan media, mpai ikaklah aku merase ladas, kene Depati Meragon kak sangat memperhatike ape dia yang jadi kendak rakyatnye. Terime kaseh Tuhan, Terime kaseh pak Meragon" Ujar Jagad penuh haru (ADV)

Sabtu, 28 Maret 2015

,

PUISI : Bunga dan Tembok - Wiji Thukul

Bunga dan Tembok - Wiji Thukul

Seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kaukehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun
rumah dan merampas tanah

Seumpama bunga
kami adalah bunga yang tak kaukehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu telah kami sebar biji - biji
suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan : ENGKAU HARUS HANCUR!
dalam keyakinan kami
DI MANA PUN-TIRANI HARUS TUMBANG!

Solo 1987
Berita PALI

Selasa, 17 Maret 2015

, ,

Tari Lading Icon khas Kabupaten PALI

Tari Lading : salah satu penari menusukan kedua pisau kearah dahinya
PENDOPO - WOW...sontak ibu-ibu istri Kepala Daerah yang hadir dalam acara arisan Forum Silaturahmi Istri Kepala Daerah (FORSIKADA) di Gedung Arena Seni dan Olahtaga (ARSENDORA) Komplek Pertamina Pendopo-PALI, saat menyaksikan penampilan Tari Lading yang dibawakan oleh Staf Pemerintah Kabupaten PALI yang tergabung dalam Sanggar Seni Cahaya Amalin asuhan H. Sri Kustina Amalindo istri dari Bupati PALI.

Ketika para penari menusukan lading (baca; pisau dapur) ke dahi mereka membuat ibu-ibu peserta arisan dan tamu undangan sontak kaget melihatnya.

Tari Lading adalah salah satu kesenian yang berasal dari kabupaten PALI peninggalan nenek moyang Marga Penukal dan hanya boleh dilakukan oleh keturunan asli marga Penukal.Tari ini menceritakan lemah lembutnya wanita marga Penukal yang membuat penjajah menjadi terlena dan tidak menyadari bahwa bahaya sedang mengintai mereka.

Sebelum melakukan tarian, para penari diwajibkan mengikuti ritual khusus guna menjaga diri meleka dari tajamnya pisau yang akan mereka gunakan disaat menari.

H. Sri Eliza Alex Noerdin, Istri Gubernur Propinsi Sumsel mengungkapkan bahwa tari lading akan merupakan salah satu icon Kabupaten PALI yang harus terus dijaga.

"Kita sudah menyaksikan tari lading tersebut, dan dapat kita lihat ciri khasnya berupa tutup kepala yang memang berbedah dari yang biasa kita jumpai." Ungkapnya.

"Mudah-mudahan tari lading ini dapat kita angkat keluar dari Kabupaten PALI dan menjadi suatu icon ciri khas Kabupaten PALI."Harapnya. (Az)

Rabu, 11 Maret 2015

,

Tokoh-tokoh "UNIK" dalam Legenda Rakyat Marga Penukal

1. Bahalam

  • Tokoh ini suka berbohong dan bercerita hal hal yang tidak masuk akal, tetapi sebenarnya hal itu lebih bersifat menghibur kepada lawan bicaranya
  • Tokoh ini banyak dijadikan istilah untuk orang yang bersifat sama (julukan) terutama dikawasan Utara Penukal.
Contoh :
Uja Bahalam, nye ngambik rutan ke Muare Penukal. Popok nga rutan tekate panjang. Pas nye mencung e dipematang muare penukal untun monyon nye narek e idak dapat- dapat bekas e ujanye Jores di Sukarami situ narik ke ujung rutan itu
(Dia mengambil rutan dihutan dekat Muara Sungai Penukal / dihilir Desa Tempirai, begitu ketemu ia tebang rutan namun rutan itu begitu panjang sehingga terjadi tarik menarik yang kuat, namun begitu ia cek kehulu sungai ternyata Jores di sebelah hulu desa Sukarami yang juga tengah menarik rutan tersebut) bayangkan berapa kilometer panjang rutan tersebut.

2. Pando

  • Adalah figur yang menjadi cerita dari mulut ke mulut. Yang terkenal karena lebih mengutamakan hajat makan (selak maju) sehingga muncul cerita lucu akibat ketamakan makannya ini.
Contoh :
Musim temedak, mentue pando banyak naek temedak masak dijongot e ditalang. Alahasil didusun pando tau aman dalam kamar mentue e nyang belakang penoh oleh peraman temedak. Jadi nye tandang tidok ngajak bini e (maklum penganten anyar) Singkat kate, petang tu la kubak ke mentue temedak masak kalu pando ndak makan e."Pela ndo, makanlah temedak ikak kate lunak" uja mentue e. Tapi nyang telintas dalam ati e dak ke kenyang igek aman temedak cuma sijat metu. "Ao.mak" uja pando. Begoyonye makan e lagu lagu kurang galak nia.
Pas anci tengah malam, begoyo pando bangkat ngaguk ke buri sambil megang lading tajam.
Breng ! Mukak ke pintu kamar belakang tibek peraman temedak. Mulak I tangan e mecet sikak mecet situ mbau temedak masak kak merebok. Pas giliran nyang sikok itu " ai nyengkaklah, mane lembut besok panjang pulek " dalam ati pando ditengah kelam itu. Begoyo nye ngiris e makai lading herder tajam. Begitu "sreeet".... Adooooooo !! Munyi wang telolong mati kesakitan. Bekas e mentue e nyang betine e tidok pula peraman temedak tulaa.. Dak serente nganeng wang tecerik itu pando tekejajay langsung belarai ke dapoo.. Mentue e lanang ngalau e nga mandau panjang... Dasar pandooo selak maju igek... Betis mentue diiris.( Dari : Legenda rakyat penukal)

3. Sarut

  • Karena kepandirannya (agak kocak kebodoh bodohan) hingga cerita tentang Sarut ini juga cukup melegenda ditengah masyarakat Penukal.
Contoh :
Sarut kak ndak belajo sembayang, kene somor idup dak olah sembayang. Nah lantas nye belajo sembayang diketib, pas ari Jemat uja guru e nga terai milu sembayang, make sembayang jemat la sarut.
Singkat kate wang dek khutbah imam betegak ndak sembayang, kebenaran sarut kak dibarisan paling penan diburi imam nia sebelah ketib. Mak mane mak mane pas ruku' rakaat pertame wang dibelakang sarut kepalak e tekene di keremput sarut. Ai uja sarut dalam ati, datang sarut ngejul ke kepala e ke imam, imam la ndak tejerungkung, kaki e bekais kebelakang bedepak nggasa meke sarut, dak serente sarut nerajang ke meke wang dibelakangnye. Alahasil dang sembayang itu bedekup laju belage rami antare sarut, imam e trus wang nyang dibelakang e tadi. Usut punye usut uja sarut pesan ketib gurunye tadi uso ke bae tope gerakan wang.. Nah kapan berenang-renang wang mpai tau aman sarut ni dang belajo sembayang... ( Cerita :Dai mulu kemulut wang penukal)

4. Keranja Mata

  • Adalah penokohan seorang wanita dalam cerita bujang jelihim versi Penukal. Tokoh ini menggambarkan seburuk-buruknya wanita yang tidak bisa diambil bibit bebet dan bobotnya.
Ada istilah tentang perangai si keranja mata ini dituturkan sebagai berikut :
"Adelah gadis dinegeri rukam condong name e Keranja mata,awak itam poteh digaut, betis banyak sisik mengkarung, gigi seregap gading gajah, rambut nyeregegek seregap sangkak ayam tinggak, sanggulan mbau tai ayam lancung, besan mbau kelambu tais.
Bile bepelan aman idak mecah numpah aman idak matah muka, aman bejalan pek belakang ngeromet pek penan ngentuti. Aman suruh bemasak makan kerak bubu secentong ngecap gulai ngarung kedaging, bibo cemot panci ngatei mentue, awak bungkuk kutuk an panci jande mude, suare aman nembang munyi kambing tarik "


(Disarikan dari cerita mulut ke mulut atau "andai-andai" masyarakat PALI)


*Penulis
Nurulfallah- budayawan Penukal















Senin, 19 Januari 2015

Test WNA Menjadi WNI

Dikirim oleh H. Darmadi Suhaimi, SH

Pada jaman pemerintahan Pak Harto, ada seorang warga keturunan Cina berniat mengubah status kewarganegaraannya menjadi WNI. Berikut ini adalah petikan tanya-jawab antara si petugas dengannya:

"Selamat pagi, Pak."

"Celamat pagi!" balasnya.

"Bapak akan menjalani pengujian akan wawasan kebangsaan. Jangan takut, pertanyaannya gampang, koq.", hibur si petugas melihat mimik si engkoh yang mengerutkan alis.

"Saya akan mulai dengan tentang sejarah" Dia mengambil gambar RA Kartini lalu bertanya: "Ini gambar siapa?"

Dengan lantang dan suara keras, dia berkata: "Hai…ya…. itu kan Nyonya Menil. Wagus lo…. Owe celing minum." (Itu khan Nyonya Meneer. Bagus loh. Saya sering minum.)

Berikutnya si petugas mengetes wawasan tentang kepemerintahan dengan memperlihatkan lambang Korpri.

"Ini apa, Pak?" tanyanya sambil masih mengulum senyum.

"Hai… ya…. olang pake itu seling latang ke toko Owe winta winta sumbangang". (Orang pakai baju itu sering datang ke toko saya minta sumbangan)

Lalu, si petugas menunjuk kepada foto Pak Harto yang menempel di dinding sambil bertanya: "Foto siapa itu?"

"Hai….ya… . lia kan hopengnya Liem. Pintel lagang dia. Anak-anaknya luga." (Dia khan teman baiknya Liem. Pinter dagang dia. Anak-anaknya juga)

Mendengar jawaban itu, si petugas menjadi sakit kepala.

"Ini pengetesan terakhir, Pak. Coba nyanyikan Lagu Indonesia Raya"

Si Engkoh langsung berdiri tegap dan bernyanyi : "Indonecia tanah ailmu…" (Indonesia, tanah airmu…)

"Stop… stop… kenapa tanah airmu, Pak???", tanya si petugas.

"Landa tangan wulu, balu Ngai wilang tanah ail owe!!!" (tanda tangan dulu, baru saya bilang tanah air ku)
Redaksi Berita PALI

Kamis, 25 Desember 2014

Karakteristik Masyarakat "Pesisir Lematang"

Beda Karakteristik Itu Indah
Selain melakukan Survey tentang keinginan masyarakat Pesisir Lematang Pindah ke PALI, team investigasi Berita PALI berusaha memahami karakter masyarakatnya. Dan dari Penuturan beberapa tetua masyarakat Pesisir Lematang didapat beberapa ke khas an karakter masyarakatnya. Dengan nada canda, kami sajikan berikut :

1. Teluk Lubuk 
Sekikis kulak
(Selalu berusaha mencari keuntungan dan memanfaatkan suatu momen)
Misal :
Kalau dititipkan uang untuk membayar hutang kepada seseorang. Terus ada yang menawarkan 1 Ekor Sapi dan apabila dibeli lalu dijual ke Jagal (pembantaian) ada untungnya. Maka uang tersebut dipakai dulu beli Sapi, setelah Sapi dijual baru utang dibayar ke pemilik piutang

2. Belimbing
Rembak
(Ikut-ikutan)
Misal :
Kalau ada yang beli mobil baru maka yang lain berlomba-lomba untuk ikut membeli mobil baru. Andaipun tak terbeli yang baru yang seken pun jadilah.

3. Bulang
Sekubit Darah Sekubit Daging
(Selalu mau untung tidak mau rugi)

4. Banu Ayu
Gong Mancian
(Besar rencana mudah buyar)
Misal :
Sarini netake ndak bekebon cabek, tapi nebas dak disudahi apelagi ndak ngandang.

5. Kuripan
Kitar Dagang
(Idup dak idup didunie dagang segale ape ndak dibisniske)

6. Baturaje
Titeh Naneng
(Pelit dengan diri dewek apelagi urang laen)

7. Dangku
Juat
(Lok ndak lok nggan tapi ujung-ujungnye rasan jadi - "sinyal kecik tapi pacak sms")

8. Siku
Kanji
Omongan lanang betine kanji tapi cuman batas omongan dek kan ade laju ke prakteknye hehehe.....

9.Tanah Abang
Bongkak
(Sombong dak tebukti)
Awak dai kebon ngomong dai plembang, pas dipastike nian baru ngateke dai kebon

10. Curup
Cangkung
Hobby merangkung walau ade tempat duduk. Berungguk-runggung sambil ngerumpi pas kelamean ade "mbau" dek taunye kanti berunggok sambil miseng hahahaha...

11.Sukaraja
Tidok mudek
Galak betentangan dengan urang banyak. Buaye lagi nggan mulut benganga ngadap ke ulu ayek deras.

12. Sedupi
Selek
Inspiratif mencontoh ketauladanan, aman tekelek uma ringkeh didusun urang, bakal dicawake pade urang seduson uma ringkeh itu.

13.Pandan
Pembuhong
Becawa buhong untuk nyenang ke kanti ngumong.
Misal :
Diburi uma tubo ade Lahang Jering Selibak Tampah (ada jengkol selebar tampah) 

Lain lagi Cerita "Mang Derim" pemamak'an tubo. Aman meribang jande die selalu betanye " aman dengan ndak belaki aku, kire - kire makan tanggung ape makan lepas? " hehehehe...
Mohon maap bila ada ketersinggungan " Kaca terbesar dihadapan kita untuk bercermin, adalah tatkala orang lain memberikan penilaian atas perilaku kita " demikian menurut budayawan Dr. Umar Kayam (team inv/tfk). 

Minggu, 21 Desember 2014

Pantun “Nyepari”

Oleh : Ramlan Tambak

Sukarami dusun e nyimpang
Jalan bekanyak ke Tanjung Baru
Kami la jauh tinggal ke wang
Nye la banyak kantenan baru

Ke Pendopo liwat Tambak
Jalan e jat banyak wang nodong
Ke lodo asek wang banyak
Asek anak lagi dibedong

Simpang Rasau ke Simpang Raje
Mubil tebenap di Jeramba Besi
Ati ku risau asek dak kade
Aman te ingat denga bejanji

Getek lauk tanak ke kia
Kalu bubu kene keli
Idak iluk turut ke kia
Kene ingat la dek bejanji

Ke Bulu Kuring liwat Bipi
Jangan dak nyimpang ke Muare Ikan
Belum kering luke di ati
Denga ngajak wang makan-makan

Bejo nga Alex ade tanduk e
Awas kalu kajut e narau
Rojo la gelek mane lubuk e
Awas kalu ngejut kemarau..


SSB-SUDUNG SANTRI
Medio Desember 2014

Jumat, 28 November 2014

KYAJI PATALEKO



Name Asli mamak sikok ikak rengkeh kate Aman dak salah Jabalan. Kenenye dek Pegi Haji di ubah wang di Mekkah Jadi Muhammad Naser. Tapi asak ke belekak jolok wang dai jauh namenye Jadi KYAJI PATALEKO.

Lagi budak semeleh mintek ampun, aman uja wang Penukal tu ni namenye "manyal"
Belage galak, nga wang gurak tekate, idak tegoco Atau idak tekubit di musuh meludai dai jauh lagi dila.

Kapan kene marah oleh rentue gara - gara galak maling sen bunyian induk dibawah peraba nye ngentuk ke kepalak di tiang garang. Dak pacak dak takut wang aman bak e jadi Keria.

Alahasil la bujang sampai tue meralang masih bae bagak, abis dak getek nia pelan mirek I bawa tangge atau nggalang kepuntung gelek duma rentue gadis nyang luat dinye lagi pare kenye. Maling getah kepingan itulah pelan, sen e abisa bejudi dipetopan.

La Asak tue, iluk pulek naseb pangkenye bedagang toko e ampak, nyambut getah banyak anak kapak alahasil jadi toke. "Sirih naek lanjaran naek" saking menfaat cerek rejekinye pacak naek haji sekeluago besok.

Ngape sangkan laju dijolok Kyaji Pataleko....????

Ikaklah titik lemah nye, sebab dak pacak kelek dibetine kederang abang nye tekujut ati, aman uja wang mengkarai ade "ati kelincit"

Olah ketorok wang dang noros di tiang dapo anci betine bangkat peresiang. Nyeni idak pulek ndak ngape-ngape cuma ribang nilik bae.

Ade pulek nyang lucu, dek nimbang getah ditepian betine, ade bini wang ke kayik cuma bebesan belacu, kyaji Pataleko tetoleh toleh empat Lime ulang e...dak ketonan dipenan ade batang nio " Jeladup " uja kepala e neru batang nio tadi. Laju tekapar pingsan.... Ingin itulah wang bedusun njoloknye KYAJI PATALEKO......

Dem batas itu bae Cerita ikak, agik aku tego ke wang banyak.. LOK TIKUS MANDI KE LENGE... LOK KEPAYANG JATOO KE LUBOK.... BEDEBOT KENTUT DAYO..... "MPLUUNG....!! " UJI NYEEE...... NAH SUUDEEE..... (Ditutur ke Ulang oleh : Alm. Pemuda Santri )

Jumat, 21 November 2014

KERANJANG DARI DAUR ULANG BEKAS CANGKIR MINUMAN RAMAI DI PALI


Salah satu contoh hasil kerajinan tangan dari sampah

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pemilahan, pengumpulan, pemprosesan, pendistribusian dan pembuatan produk/material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace).
Dari definisi tersebutlah muncul sebuah kreaktifitas dari beberapa kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ada di Kabupaten PALI untuk membuat sebuah kerajinan keranjang yang terbuat dari cup (cangkir) bekas minuman.
Banyaknya sampah terutama bekas minuman plastik membuat hati IRT di Kab. PALI tergerak untuk mengurangi tumpukan sampah tersebut dengan cara mendaur ulang dan dijadikan sesuatu yang lebih berguna dan bernilai ekonomis tinggi. Semenjak ngetrend-nya tas ini, ibu-ibu bahkan sampai anak-anak pun semakin semangat mengumpulkan sampah-sampah gelas plastik bekas minuman seperti Mount**, Al*-Al*, Netr**, Jellydri**, Te* Ge**s, Seg**r, dan gelas plastik bekas lainnya yang sejenis. Semenjak itu pula gelas-belas plastik bekas itu tidak lagi dijual perkilo tetapi per 100 buah. Betapa berharganya gelas-gelas plastik itu hingga seorang ibu yang kesehariannya biasa hanya menyadap karet sekarang disibukkan oleh aktifitas baru sebagai pengrajin “Cangkengan” (Penukal).
“Tas ini pak, saya jual seratus ribu untuk ukuran yang kecil, kalu yang besar dari seratus lima puluh sampai dua ratus ribu!”. Ungakap IRT yang tidak mau disebutkan namanya.
Harga yang sangat fantastis di tengah kondisi turunnya harga karet saat ini.
“Iya, emang mahal soalnya bikinnya lama, seminggu baru jadi”. Lanjutnya.
Jadi penasaran, gimana cara buatnya?.
Ia menjelaskan, bahwa cara pembuatan kerajinan tersebut sangat mudah, gelasnya yang dikumpulkan digunting dan diambil bagian kerasnya saja, bagian paling atasnya. Kalau sudah digunting barulah dianyam dan dirangkai dengan senar.
Semua orang sebenarnya dapat membuatnya sendiri jika mau. Terlalu mudah katanya, asalkan melihat sekali saja caranya pasti bisa. Benarkah? Mudah memang, hanya saja waktunya yang lama. Itulah sebabnya tas hand made dari sampah gelas plastick ini menjadi mahal. Dengan kreatifitas yang ada ini, semoga saja akan ada lagi produk-produk lainnya yang diciptakan dari sampah. Dengan begitu, sampah-sampah berserakan yang sebenarnya dapat diolah kembali akan menjadi berkurang.

Senin, 17 November 2014

"UMA ABU NAWAS"

Ilustrasi
Calak nia Abu Nawas kak, mbuat uma tampak penan rengkeh kate, pas dibelakang idak bedinding.

Konon kate Abu Nawas mbangun uma nyiwe tukang muare penimbung (aman pendek netak, aman panjang nyambung).
Bahan uma beramu di utan puguk la dek musyawarah nga sanak dulur.

Tetegak lako mbangun penan e dulu, pokok e la komplet tekak ke pintu lagi la tepasang kuro-kuro. Tapi kene keabisan bahan gara-gara memang la kurang nia kene dipintek raje, notok pulek tukang kak galak pulek bejual alahasil belakang e tebelangak idak bedinding, apelagi kate ndak bepintu.

Entah oleh ngape Raje ndak marah nia di Abu Nawas mbangun uma tu sebab e idak jelas, make mak Raje merentahke rakyat negeri Rukam condong nutus kenong nia keliling negeri merentahke ulubalang. Isi maklumat Raje : "Sape ndak birek, birek duma Abu Nawas" uja mak Raje. Alahasil beduyun-duyun lah wang birek diuma Abunawas. Sebab aman idak kene hukum oleh mak Raje.

Tabah hati ikhlas diri itulah yang pacak dilakuke Abu Nawas. Tapi bukan Abu Nawas aman idak pacak nuntut solusi e. Sekali waktu kelek ke nye putri anak gadis mak Raje ndak birek ke umanye. Iringke nye. Dem birek Abu Nawas manggil rakyat dan penasehat Raje. Abu Nawas ngadu bahwa Putri Raje idak cuma birek tapi kemek pulek tebukti sembakan nye birek basah gelek.

Singkat kate pengaduan Abu Nawas disidangke oleh Mahkamah Abu Nawas menang pekare. Keputusan Sidang :
  1. Putri harus belaki Abu Nawas
  2. Tai nyang la tekumpul dibersihke oleh mak Raje
  3. Rakyat dak buli lagi birek diuma Abu Nawas.
  4. Raje harus ngedek I abang ke buntut uma Abu Nawas...

Yak-yak u, tekiak bawa bau..aman bejalan ndak birek ngantongi batu, tai ngulang ke pangkal dagu...

(Disarikan dai "Andai-andai" rakyat PALI oleh : Alm.Pemuda Santri)

Jumat, 14 November 2014

, , , , ,

BINTANG PENGHARGAAN KERAJAAN BELANDA ADA DI TANAH ABANG PALI





30 Tahun H.Baital Sigar Menjabat Penghulu, Tanah Abang Tanpa Janda “Cerai Hidup”
Tanah Abang, PALI
         Kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) umumnya kabupaten pali tidak sedikit menoreh hasana sejara. Antara lain terbukti adanya Candi Bumi Ayu,seni Saripul Anam (Rodet),Tari burung putih, perumana PTSI (sekarang pertamina), taman makam pahlawan. Dan baru- baru ini terpantau oleh Awak media RN bahwa ditemukan adanya bintang (Cupu: Red) penghargaan Kerajaan Belanda yang dulu diberikan pada putra Tanah Abang Kecamatan Tanah Abang kabupaten Pali. Bintang penghargaan pemberian Belanda tersebut milik Haji Baital yang sudah lama meninggal dunia. Kondisi penghargaan  masih utuh dalam kotak khusus  disimpan oleh Idris (52)bin  Ijan (Alm) salah satu cucunya di Tanah Abang. Menurut penuturan Idris yang didampingi oleh istrinya Ermawati (50).

Dulu nenek kami ini perna jadi ketip (P3N: Red) selama hampir 30 tahun. Dan masa jabatanya hampir tidak ada janda karena bercerai kecuali pasanganya meninggal dunia. kemudian H.Baital perna calon pesirah dan menang dalam pemilihan, tapi watu itu yang dilantik jadi pesirah bukan dia tapi orang lain yaitu Sigar karena H. Baital tidak mampu membayar administrasi pelantikan  sehingga pesirah waktu itu Bernama H.Baital Sigar.” 

 H.Baital memiliki lima orang anak antara lain : Rajen ,Ijan,Mima,dan yamani. Berbeda dengan cucunya yang lain Sahril alias Yeye (40) berharap kepada waratawan RN agar pemerintah dapat menelusuri dan memberikan perhatian kepada keluarga beliau (H. Baital ; Red) karena menurutnya ini adalah bukti pemimpin abdi masyarakat yang baik dan merupakan  bagian sejara perjuangan bangsa,serta diakui oleh Belanda. Kepada para pihak yang ingin mengetahui dan melihat benda peninggalan  jaman belanda ini dapat menghubungi Sahril nomor handphone 085379269808.